img
Admin Capolaga 22 May, 2016 207

Menghijaukan Jiwa di Capolaga

Jika alam pegunungan dijadikan objek wisata alam dengan berbagai wahana menantang dan uji adrenalin mungkin sudah sering kita temukan. Berbagai sarana penunjang dengan sentuhan teknologi modern pun biasanya tak luput menjadi produk yang ditawarkan pengelola. Alhasil nilai hiburan sangat terasa begitu kental mewarnai objek wisata seperti ini. Namun lain halnya jika anda berkunjung ke Capolaga. Tidak ada fasilitas modern yang anda temukan, hanya sebidang lahan luas dengan alam terbuka yang sangat alami. Lalu apa yang ditawarkan?

Pelestarian lingkungan dan pembangunan mental merupakan visi yang diangkat Capolaga. Untuk memasuki area ini, pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika pun tempat sampah yang disediakan berjumlah sangat sedikit, hal tersebut sengaja dilakukan manajemen untuk menumbuhkan sikap dan tanggung jawab akan kenersihan. 

“Hingga kini masyarakat banyak yang sadar membuang sampah pada tempatnya jika tersedia tempat sampah dalam jarak yang dekat dan jumlah yang banyak, disini kita diajarkan bagaimana kita bisa tetap menjaga kebersihan tanpa harus boros tempat sampah”, jelas Endang Suhaedi, Manager Capolaga.

Capolaga merupakan sebuah objek wisata yang berdiri di atas lahan seluas hampir 10 hektar. Keindahan alam yang minim sentuhan modern, merupakan produk yang bisa dinikmati setiap pengunjung. Semua yang ada disini murni terbentuk karena alam, mulai dari hutan hingga tiga buah air terjun yang mengalir di sungai yang sangat jernih. Beberapa fasilitas dibuat dengan minim sentuhan teknologi modern, jembatan yang terbuat dari bambu merupakan salah satu contoh fasilitas yang masih memperhatikan pendekatan alam. 

Sekitar 25 persen dari luas area dibuat menjadi area kemping yang nyaman dan sangat dekat dengan alam yaitu air terjun. Wisatawan bisa menyelenggarakan acara kemping dengan keluarga atau bersifat kolektif dari instansi dan kantor tempat bekerja. Seluruh kebutuhan disediakan pengelola mulai dari tenda hingga catering. 

Sementara pengelola membiarkan 75 persen dari luas area menjadi hutan dengan berbagai tumbuhan yang tumbuh alami. Bahkan Endang mengatakan 75 persen ini merupakan hutan yang di dalamnya tumbuh apa saja seperti hutan pada umumnya.

Capolaga merupakan tempat yang sangat alami, bahkan aliran sungai jernihnya masih layak untuk diminum. Hal tersebut yang menjadikan Capolaga banyak dipilih masyarakat sebagai tempat pembinaan mental dan jiwa yang hijau. 

“Capolaga tidak melulu bergerak dalam bisnis, tujuan paling penting adalah membangun masyarakat akan kesadaran kebersihan lingkungan. Disini kami memberikan teguran bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai”, lanjut Endang. Jika jiwa masyarakat sudah hijau, program apapun yang berhubungan dengan kepedulian lingkungan akan berjalan tanpa kendala.

Beragam kegiatan seperti outbound, outing dan rapling sangat cocok di sini. Tapi yang paling menarik hingga kini adalah bermain di sungai atau berenang di bawah tiga buah air terjun yang terpisah yaitu curug Karembung, curug Sawer dan Gua Badak. Lokasinya hanya berjarak 3 kilometer dari jalan Raya Ciater. Sebagai bonus, pengunjung hanya akan menikmati hamparan hijau perkebunan teh dan lekuk pegunungan hingga tiba di lokasi. (Hery)


Leave a Comment